![]() |
| Eropa di malam hari (foto : space.com) |
Negeri di Awan
Tentang Birunya Langit, Hijaunya Bumi, dan Kebesaran Yang Maha Kuasa
Selasa, 07 Februari 2012
Ditemukan, Dua Bulan Baru di Jupiter
![]() |
Astronom menemukan
dua bulan baru yang mengorbit planet Jupiter. Dengan penemuan ini, jumlah bulan
planet terbesar di tata Surya itu bertambah menjadi 66 buah.
Dua bulan baru Jupiter itu disebut S/2011 J1 dan S/2011 J2. Keduanya berhasil diidentifikasi menggunakan Magellan Baade Telescope di Las Campanas Observatory, Chile, pada 27 September 2011.
Dua bulan yang ditemukan merupakan anggota dari objek terkecil di Tata Surya. Diameter kedua bulan baru Jupiter itu hanya sekitar 1 km.
Dengan demikian, tak seperti empat bulan besar Jupiter lain yang mudah dilihat dengan teleskop sederhana, kedua bulan ini tampak amat redup sehingga sulit diamati. Jarak kedua bulan dengan Jupiter amat jauh sehingga butuh waktu 580 hari dan 726 hari bagi kedua bulan untuk mengelilingi Jupiter.
Dua bulan baru Jupiter itu disebut S/2011 J1 dan S/2011 J2. Keduanya berhasil diidentifikasi menggunakan Magellan Baade Telescope di Las Campanas Observatory, Chile, pada 27 September 2011.
Dua bulan yang ditemukan merupakan anggota dari objek terkecil di Tata Surya. Diameter kedua bulan baru Jupiter itu hanya sekitar 1 km.
Dengan demikian, tak seperti empat bulan besar Jupiter lain yang mudah dilihat dengan teleskop sederhana, kedua bulan ini tampak amat redup sehingga sulit diamati. Jarak kedua bulan dengan Jupiter amat jauh sehingga butuh waktu 580 hari dan 726 hari bagi kedua bulan untuk mengelilingi Jupiter.
Sabtu, 04 Februari 2012
Rahasia Lingkungan Luar Tata Surya Terkuak
![]() |
| Tata Surya. (foto:space.com) |
Rahasia lingkungan di luar Tata Surya sedikit
terungkap setelah beberapa ilmuwan menemukan bahwa lingkungan di luar pengaruh
Matahari berbeda, serta jauh lebih aneh dari yang dibayangkan.
Perbedaannya adalah pada jumlah oksigen. Ada lebih banyak oksigen yang terdapat di Tata Surya daripada di interstellar atau wilayah antarbintang.
Ilmuwan belum mengetahui sebabnya. Namun, ada kemungkinan materi yang mendukung kehidupan tersembunyi di debu atau es angkasa.
"Kami menguak teka-teki besar bahwa material di luar Tata Surya berbeda dengan yang ada di dalam," kata David McComas dari Southwest Research Institute, Texas, seperti dikutip AP, Selasa (31/1/2012).
Perbedaannya adalah pada jumlah oksigen. Ada lebih banyak oksigen yang terdapat di Tata Surya daripada di interstellar atau wilayah antarbintang.
Ilmuwan belum mengetahui sebabnya. Namun, ada kemungkinan materi yang mendukung kehidupan tersembunyi di debu atau es angkasa.
"Kami menguak teka-teki besar bahwa material di luar Tata Surya berbeda dengan yang ada di dalam," kata David McComas dari Southwest Research Institute, Texas, seperti dikutip AP, Selasa (31/1/2012).
11 Tata Surya Baru Ditemuka
Sejumlah 11 tata surya baru yang memiliki jumlah total 26
planet ditemukan. Penemuan dideskripsikan di empat karya tulis berbeda di Astrophysical Journal dan Monthly Notice of the Royal Astronomical
Society bulan ini.seperti dikutip dari sains.kompas (5/2/12), Penemuan bisa dilakukan berkat jasa wahana antariksa Kepler. Dengan penemuan ini, Kepler telah mengonfirmasi 61 planet dan menemukan 2.300 kandidat planet. Penemuan sekaligus menegaskan bahwa Bimasakti dipadati tata surya dan planet.
Tata surya yang berhasil ditemukan disebut Kepler 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, dan 33. Tiap-tiap tata surya punya dua sampai lima planet. Jarak planet dengan bintang di tiap tata surya relatif dekat dengan waktu orbit berkisar dari 6-143 hari.
Lima tata surya (Kepler 25, 27, 30, 31, dan 33) punya dua planet. Satu kali revolusi planet terluar sama dengan dua kali revolusi planet terdalam. Empat tata surya lain (Kepler 23, 24, 28, 32) punya dua planet. Planet terluar mengorbit bintang dengan waktu tiga kali lebih lama dari planet terdalam.
Minggu, 29 Januari 2012
Asteroid Sebesar Bus Nyaris Tabrak Bumi
![]() |
| Asteroid? |
Seperti dikutip dari vivanews (28/1/12) Peristiwa ini sebelumnya telah diprediksi Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Melalui akunnya di Twitter, NASA mengumumkan asteroid akan "melewati Bumi dalam jarak aman" pada 27 Januari 2012.
Direktur Pusat Penelitian Planet-planet Kecil di AS, Gareth William mengatakan, asteroid yang diberi nama 2012 BX34 itu masuk daftar 20 besar asteroid yang teramati melewati Bumi dalam jarak terdekat.
Karena ukurannya yang relatif kecil, ia hanya bisa terdeteksi saat berada dekat dengan Bumi. "Obyek ini sangat kecil, bahkan ketika menabrak Bumi, ia tak akan selamat melewati atmosfer. Meski hanya satu potong," kata dia seperti dimuat situs AsiaOne, Sabtu 28 Januari 2012.
Rabu, 25 Januari 2012
Badai Matahari dan Efeknya
![]() |
| Ledakan Matahari yang terjadi pada Senin (23/1/2012) pukul 10.59 WIB. |
Pada Senin
(23/1/2012) sekitar pukul 10.59 WIB, Matahari kembali menunjukkan aktivitasnya.
Bintik Matahari meledak menghasilkan ledakan Matahari kelas M-9. Ledakan ini
menjadi yang terkuat sejak tahun 2005.
Ledakan Matahari menimbulkan radiasi elektromagnetik yang diikuti dengan radiasi dalam bentuk proton. Ledakan juga memacu lontaran massa korona, yakni plasma dari Matahari yang terlontar ke angkasa.
Radiasi partikel berenergi tinggi dan lontaran massa korona berkaitan dengan badai Matahari. Partikel berenergi tinggi akan mencapai Bumi dalam jangka waktu 1-2 hari, sementara radiasi elektromagnetik akan mencapai Bumi dalam waktu 8 menit.
Ledakan Matahari menimbulkan radiasi elektromagnetik yang diikuti dengan radiasi dalam bentuk proton. Ledakan juga memacu lontaran massa korona, yakni plasma dari Matahari yang terlontar ke angkasa.
Radiasi partikel berenergi tinggi dan lontaran massa korona berkaitan dengan badai Matahari. Partikel berenergi tinggi akan mencapai Bumi dalam jangka waktu 1-2 hari, sementara radiasi elektromagnetik akan mencapai Bumi dalam waktu 8 menit.
Sabtu, 21 Januari 2012
Astronom Temukan Tanda Kematian Bintang
![]() |
| Tanda Kematian Bintang? (foto: telegraph) |
Setelah
memindai 25 galaksi, astronom percaya adanya kemungkinan mereka telah membuat
terobosan baru, yaitu menemukan tanda akan matinya sebuah bintang.
Para peneliti telah memperhatikan satu sistem bintang di Galaksi Whirpool, yang cerah dan meredup dengan cara yang tidak biasa, dan menghasilkan supernova.
Perkembangan ini dapat membantu para peneliti memprediksi waktu kematian sebuah bintang, seiring percobaan mereka untuk menentukan kaitan antara perubahan intensitas cahaya dengan akhir hidup bintang tersebut.
Studi yang dikerjakan selama tiga tahun oleh Ohio State University ini, diterbitkan dalam Astrophysical Journal.
Para peneliti telah memperhatikan satu sistem bintang di Galaksi Whirpool, yang cerah dan meredup dengan cara yang tidak biasa, dan menghasilkan supernova.
Perkembangan ini dapat membantu para peneliti memprediksi waktu kematian sebuah bintang, seiring percobaan mereka untuk menentukan kaitan antara perubahan intensitas cahaya dengan akhir hidup bintang tersebut.
Studi yang dikerjakan selama tiga tahun oleh Ohio State University ini, diterbitkan dalam Astrophysical Journal.
Langganan:
Entri (Atom)





